Saya sebenarnya tidak terlalu suka bermain lotere, biasanya saya juga tidak terlalu beruntung dalam hidup saya, malah kebalikannya. Saya lahir dan dibesarkan di Bogor, keluarga saya miskin, begitu miskinnya sehingga kadang kala kami tak memiliki cukup uang untuk membeli makanan.Keluarga saya adalah keluarga besar, 9 anak, dan saya merupakan anak tertua. Tentu saja, saya tak pernah terpikir untuk kuliah, dan mulai mencari kerja langsung setelah lulus dari SMA. Setiap rupiah yang saya dapatkan digunakan untuk membeli makan untuk keluarga. Saya tak mampu membeli pakaian baru atau makanan lezat, tak bisa main ke klub, atau sekadar ngopi-ngopi bersama teman. Teman-teman saya banyak yang telah bertunangan dan menikah, sedangkan saya bahkan tak memiliki waktu untuk sekadar menikmati hidup saya sendiri. Pada saat itu yang saya inginkan hanyalah agar semua ini berakhir: Saya ingin bisa hidup seperti wanita lain seusia saya: kuliah, memiliki uang untuk membeli pakaian cantik, dan menemukan pac